Ketika ku lewati setumpuk rumah
itu, hari demi hari selalu sama rasa haru yang selalu timbul. Ingin rasanya
diri ini membantu dengan segala kemampuan tetapi apalah daya kewenangan itu
tidak milik kita.
Kenapa kaum yang dibawah ini selalu
merasa terhina dengan semua kemewahan yang ada?
Akankah kemewahan bisa juga kita
miliki dengan adil?
Ketika ku memandang, tawa seorang
anak yang meruntuhkan jiwaku karna dengan hidup begitu saja dia selalu
mendapati kebahagiaannya.
Kadang aku bingung, ada sebagian
manusia hidup dengan kemewahannya tetapi tidak pernah mendapati kebahagiaannya.
Lain pula dengan kaum ini kebahagiaan yang tercipta oleh kesederhanaan, tetapi
tidak tega pula melihat hidup yang tidak layak seperti itu.
Kebahagiaan tercipta olehmu
sendiri, bagaimana kamu bisa mensyukuri dan menikmati semua yang diberi oleh
Allah dan kebahagiaan akan tercipta jika kamu tidak pernah membandingkan
hidupmu dengan hidup manusia lain karna sudah ada porsinya masing-masing.